Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depan. Berkali aku bertanya, "Ini harus bagaimana? Aku mau pilih apa?"
Beribu masa memberi jawaban, namun tetap saja ada perbedaan, entah itu satu hal yang membuat diri ini tertarik sekejap, maupun yang sedari dulu telah dimantapkan namun nyatanya bukan minat.
Telah banyak kita baca, bahwa hidup adalah pilihan, manusia adalah makhluk sosial. Saking sosialnya, ia terus menampung berbagai perspektif tentang hal yang ingin ia putuskan. Ah cukup rumit, hingga benar-benar rumit.
Masing-masing dari kita punya satu latar yang berbeda, menjadikan pandangan akan suatu hal pun beragam macamnya. Layaknya sebuah foto, ia dikelilingi bingkai yang punya bermotif berbeda satu sama lainnya. Bagaimana akan membentuk citra foto yang indah, jika bingkai itu tetap tak seiras?
Terkadang aku memaki apa yang terjadi pada diri, mengapa hanya hal kecil saja, membuat kepala ini pening, semakin tak dapat melepaskan benang yang terjerat rumit tadi. Lagi-lagi aku diingatkan pada prinsip yang dibangun sedari dasar, seakan memaksaku untuk kembali ke titik paling dalam, relung jiwa dan kebesaran hati.
Kembali tersadarkan bahwa hidup adalah tentang Tuhan dan Keluarga, serta orang sekitar juga utama. Orang-orang memang hebat, terlebih lagi mereka yang selalu di sisi, keluarga. Tak pernah sedikit pun berpikir pada benak untuk menjerumuskan ke yang tidak baik. Namun kenyataan seringkali tak semanis suatu idealis. Kehidupan berubah begitu cepat, keras, dan penuh dengan kekecewaan.
Akhirnya aku berpikir, bahwa sebuah keyakinan memang mesti dijaga dari sekarang hingga masa depan sampai kamu mencapai standar suksesmu. Keyakinan itu ada pada jalan Tuhan. Dia telah memberi jalan suksesmu. Maka tugasmu hanya percaya bahwa Dia akan memberi yang terbaik dalam setiap langkah hidupmu.
Allah tak pernah menyuruh hamba-Nya untuk sukses, namun Dia selalu menyuruh hamba-Nya untuk selalu berusaha. Dan yang aku yakini bahwa ketika kita telah berusaha pasti kita akan mendapatkan hasilnya asalkan kita percaya, karena Allah sesuai prasangka hamba-Nya.
Tak pernah sedikitpun Tuhan mengecewakan kita. Jika datang musibah yang memberi air mata, niscaya ia hanyalah satu ombak keras yang menguji kebesaran hati. Tidak jua ada yang melarang untuk kecewa dengan semua reaksi atas yang telah Tuhan beri. Namun yang perlu dihindari jika berharap kepada manusia. Semakin dewasa, kita perlu belajar yang namanya kecewa.
Satu mimpi yang membuat optimisku semakin bertambah. Setiap pilihan adalah sebuah janji pada diri sendiri. Apakah engkau akan meyakini hingga akhirnya kau menepatinya nanti? Aku percaya setiap keputusan pasti ada jalan Tuhan. Meski kita tak tahu ia yang terbaik atau justru sebalik, namun yang kita yakini adalah Tuhan pasti memberi yang terbaik.
Pada jalan di bawah langit yang kini tergusur hujan lebat. 22 Feb 20
Inspirator tulisanku https://instagram.com/danyahmad_02?igshid=bgwnts2ixncr
Langganan:
Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
