Minggu, 22 Maret 2020
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. Menyusun kata yang hakikatnya tak jua dijumpa. Kini bukan rangkaian prosa, namun mencoba menemukan makna. Bercerita mengenai pembanding dan hal yang layak dibanding-bandingkan.
Suatu sistem yang menjadi standar baik dan buruknya sesuatu hal seringkali menjadikan diri menjadi yang paling di-banding-kan dengan orang lain. Yang tak lain pula hanya mengenai kekurangan-kekurangan yang tak henti-hentinya dicari. Padahal, satu titik kelebihan saja tak mampu mereka lihat dengan lup yang punya pembesaran sempurna. Sebegitu tidak adilkah dunia?
Entah karena dalam pikiran telah berhenti bertanya kenapa ataukah memang sifatnya perbandingan di dunia, hingga kini belum mengerti apa dasar pikiran orang-orang. Lelah jika terus menjawab mengapa mereka sedemikian rupa melontarkan "A lebih baik daripada B", apa tidak ada standar lain yang mereka lihat? Terlebih ketika gagal, huihh dijatuhkan sejadi-jadinya, bak dari permukaan laut sampai ke palung yang paling dasar, sakit bukan?
Teruntuk generasi penerus bangsa yang mulia, regenerasi selanjutnya dimulai dari diri Anda, menciptakan insan-insan gemilang dengan segala pikiran kecerdasan dan naluri sosial, menjadi makhluk yang besar yang mampu menoleransi segala perbedaan atas kelebihan dan kekurangan. Pahamilah bahwa dunia bukan kompetisi. Tak ada ukuran menang atau kalah. Tak ada ukuran lebih cepat maupun lebih lambat. Tak ada pula yang berhak mengatakan unggul dan tidak unggul.
Masanya belajar tak terbatas. Mengatur pengetahuan dan menerapkannya sesuai keadaan menjadi tugas selanjutnya. Pada mereka yang enggan menerima, maka berilah pada mereka yang lain yang masih mau menghargai manusia. Proses belajar bersambung jika kita tak dapat menerima semua hasil dari rencana kita --berhasil atau gagal.
Teruntuk diriku di masa depan, pengetahuan berhak diperoleh setiap orang. Kecerdasan manusia berbeda-beda, tumbuhlah dengan bermacam kecerdasan itu hingga membuat diri kita unik. Semangat untuk kamu yang sedang berjuang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kamu hebat dan kamu kuat:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar