Kamis, 19 Maret 2020
Teruntuk Para Penyandang Mental Disorder
Pengetahuan tidak serta merta diwariskan sejak lahir. Ia dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, dan rasa ingin tahu akan beranekanya dunia di luar sana. Sungguh, genetik tak hentinya menjadi acuan sebuah didikan. Memang benar bahwa awal mula pembentukan biologis dan psikologis adalah karena polesan dari orang tua kita. Adakah yang dapat disalahkan di sini jika pada dewasanya kita tumbuh dengan salah? Pantaskah kita menyalahkan Tuhan yang telah memberi anugerah kepada orang tua kita atas lahirnya kita di dunia? Benar, segalanya patut disyukuri, walau hal sekecil apapun, niscaya akan membuat bahagia jika rasa syukur telah dulu ada.
Jika kamu punya luka batin atas masa kecilmu, bukan berarti ketika besar kau terus tenggelam di dalam sana. Iya aku tau kalo itu susah, terlebih lagi logikamu menolak untuk paham atas segala rasa sesak di dada, rasa yg tak pernah hilang dgn lega, rasa yg ingin terus kau maki kenyataannya.
Tapi yakinilah ini sebentar,
Kamu hidup di dunia untuk meraih akhir kehidupan yg kekal, kau merajutnya melalui proses pendewasaan yg memang rumit bersama kontradiksinya permasalahan. Kau akan membentuk sebuah keluarga dan memiliki anak yg tentunya ingin kamu didik dengan sangat baik, menumbuhkan perkembangan mental yg benar terhadap si anak. Sayang jika keluargamu nanti diabaikan begitu saja, padahal ladang pahala yang luar biasa.
Aku sedang tidak mengajarimu agar segera melakukan ini atau itu. Aku hanya ingin kamu bahagia yang tanpa palsu. Kebahagiaan tetap milik semua orang yang diberi anugerah massa untuk selalu bersyukur. Bukan bahagia yang menjadikanmu bersyukur, melainkan dengan bersyukurlah hidupmu akan bahagia. Mulailah berdamai dengan dirimu sendiri, temukan satu inchi rasa syukur yang semoga dapat menjadi satu akar tumbuhnya kebahagiaanmu kedepan.
Bias tak selamanya keliru, ia hanya tidak berada pada posisi yang tepat, sesuai sudut pandangnya sendiri. Bukankah segala kekurangan yang kita punya dapat ditutupi dengan segala kelebihan yang ada pula? Tidakkah akan mungkin kekurangan mengalahkan kelebihan jika bukan kita sendiri yang melemahkannya, benar. Tak ada gunanya berpikir latar belakang psikologi yang berbeda, karena dunia tak pernah mau tahu dan menerima. Dunia hanya perlu melihatmu sukses dengan seluruh transformasi yang kau lakukan dengan hebat.
Tataplah ke depan, percaya bahwa kamu selalu kuat, kamu yang akan mengubah dunia hitam-putihmu, dan kamu yang akan menciptakan masa depan generasi penerus yang cemerlang, tumbuh dengan mental yang benar, kuat menghadapi tantangan, serta selalu bersyukur atas segala pencapaian. Se-ma-ngat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar