Sabtu, 21 Oktober 2017

Kita takkan pernah sama

Aku berjalan menghitung dedaunan berjatuhan
Dedaunan yang tak pernah menyalahkan angin ketika ia jatuh
Dedaunan yg selalu jatuh cinta walau sang embun tanpa warna

Ku telusuri langkah yang mungkin tanpa tujuan
Ku pijak bumi dengan segala keindahan
Tapi aku tak tau sampai kemana langkah ini akan bertahan
Dengan atau tanpa seseorang
Yang ku anggap mampu menuntun ke depan

Aku tak mudah jatuh cinta
Tapi akan ada kebaikan yg akan membuatnya tidak sulit
Bagaimanapun juga
Wahai hati
Kau harus selalu sadar
Siapa dia dan siapa engkau
Wahai diri
Apa kau masih mau perasaan yg sama
Atau kau akan belajar mengikhlaskan (?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...