Langit sore bergumam pada sungai tak berair bening. Di antara pepohonan yang mengunci angin bertiup menyapu kenangan. Kamu melihat apa yang tidak kamu lihat, dan aku melihat apa yang selalu aku lihat. Seringkali apa yang kita telah lalui adalah sesuatu yang tak pernah kita perhatikan dan rasakan dengan baik kebenarannya. Hanya dinding yang menjadi kaca untuknya. Layaknya lagu, hidup setiap orang memiliki tempo yang berbeda, kebahagiaan yang tak sama. Waktu terus membilang lama kemudian menemukan makna nya sendiri. Jika kamu menginginkan kebahagiaan, berdamaikah dengan dirimu. Sebuah tindakan yg membuatmu memberikan napas. Percayalah. Allah selalu memberi pelangi di setiap bening air mata, yang akan menghapuskan duka. Di seberang dari yang lalu-lalang masih bertanya mengapa aku ini? Jawaban dari mimpi nyatanya belum cukup kuat meyakinkannya. Berdirilah dgn kakimu sendiri dan berjalanlah dgn jalan yg sudah kamu temukan sendiri. Ikutilah kata hati. Jika dekat dengan kebaikan teruskanlah.
Angin berhembus menyapa hati yang hampa. Ku langkahkan harap ini bersama gerak daun yang menari. Karena kamu tak mampu jika masih harus menunggu. Untukmu apapun hal negatif yang kamu rasakan atas penilaian diri sendiri, berhentilah untuk memikirkannya. Jangan pernah menyerah untuk mengusahakan dirimu sendiri. Yakinlah jika jalan penantian hidup kita sudah diatur oleh Allah. Allah mengetahui mana yang terbaik untuk kita dan juga waktu yang tepat untuk kita miliki. Karenanya bersabarlah, hati. Syukurilah setiap masalah yang kita temui kemudian hayati dan nikmati
Kamis, 06 Juni 2019
Malam Juli
(20.00)
Selamat malam penantian, terima kasih ku ucapkan untuk hari ini sebab kamu masih bersamaku dalam kesabaran. Kini beristirahatlah sejenak. Sederetan tanya telah mengajukan dirinya hingga menerjang sampai ke tengah kesunyian.
Mengapa aku tidak mau memulai terlebih dahulu tentang sebuah percakapan sederhana?
Apa aku terlalu takut untuk melihat matamu? Jatuh. Kemudian sulit kembali ke pangkuan anganku sendiri. Maafkan aku atas waktu yang telah terbunuh sia-sia. Sudah terlalu lama semua bermain dengan perannya. Aku sudah terlanjur jahat terhadapmu, maaf. Telah ku tetapkan pada hatiku yang berdebu, membersihkan dengan air mata kesadaran. Sekarang saatnya memenuhi panggilan hati kecilku. Sebab seluruh yang ada bisa membuat perubahan. Mulailah dengan memberi, apa yang kau miliki dan pahami. Kini malamku berteman dengan secarik kertas runcing. Ku simpan langkah-langkah yang telah ku ukir. Selamat jalan untukmu yang akan meraih mimpi. Pergilah dengan kebaikan yang ada padamu. Kamu hebat karena telah menghebatkanku. Terima kasih untukmu, yang teramat baik.
Selamat malam penantian, terima kasih ku ucapkan untuk hari ini sebab kamu masih bersamaku dalam kesabaran. Kini beristirahatlah sejenak. Sederetan tanya telah mengajukan dirinya hingga menerjang sampai ke tengah kesunyian.
Mengapa aku tidak mau memulai terlebih dahulu tentang sebuah percakapan sederhana?
Apa aku terlalu takut untuk melihat matamu? Jatuh. Kemudian sulit kembali ke pangkuan anganku sendiri. Maafkan aku atas waktu yang telah terbunuh sia-sia. Sudah terlalu lama semua bermain dengan perannya. Aku sudah terlanjur jahat terhadapmu, maaf. Telah ku tetapkan pada hatiku yang berdebu, membersihkan dengan air mata kesadaran. Sekarang saatnya memenuhi panggilan hati kecilku. Sebab seluruh yang ada bisa membuat perubahan. Mulailah dengan memberi, apa yang kau miliki dan pahami. Kini malamku berteman dengan secarik kertas runcing. Ku simpan langkah-langkah yang telah ku ukir. Selamat jalan untukmu yang akan meraih mimpi. Pergilah dengan kebaikan yang ada padamu. Kamu hebat karena telah menghebatkanku. Terima kasih untukmu, yang teramat baik.
Langganan:
Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...