Kamis, 06 Juni 2019

Malam Juli

(20.00)
Selamat malam penantian, terima kasih ku ucapkan untuk hari ini sebab kamu masih bersamaku dalam kesabaran. Kini beristirahatlah sejenak. Sederetan tanya telah mengajukan dirinya hingga menerjang sampai ke tengah kesunyian.
Mengapa aku tidak mau memulai terlebih dahulu tentang sebuah percakapan sederhana?
Apa aku terlalu takut untuk melihat matamu? Jatuh. Kemudian sulit kembali ke pangkuan anganku sendiri. Maafkan aku atas waktu yang telah terbunuh sia-sia. Sudah terlalu lama semua bermain dengan perannya. Aku sudah terlanjur jahat terhadapmu, maaf. Telah ku tetapkan pada hatiku yang berdebu,  membersihkan dengan air mata kesadaran. Sekarang saatnya memenuhi panggilan hati kecilku. Sebab seluruh yang ada bisa membuat perubahan. Mulailah dengan memberi, apa yang kau miliki dan pahami. Kini malamku berteman dengan secarik kertas runcing. Ku simpan langkah-langkah yang telah ku ukir. Selamat jalan untukmu yang akan meraih mimpi. Pergilah dengan kebaikan yang ada padamu. Kamu hebat karena telah menghebatkanku. Terima kasih untukmu, yang teramat baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...