Sajadah Rindu
Angin lalu menyapaku yang tengah bisu
Aku kini tak percaya pada Ilusi semu
Kembali ke masa yang tak pernah ku tahu
Berujung di tengah alunan nada berajut warna biru
Dan semua berakhir kata tunggu
Bersabarlah kamu
Waktu akan berlalu
Meninggalkan kisah penyesalan sendu
Mengubah rasaku seperti dahulu
Mengenang percakapan malam di mana bulan dan bintang tak kunjung bertemu
Menanti kehangatan mentari pada dinginnya malam selalu menghadirkan rindu
Aku memang tak pernah sehebat kamu
Namun ku percaya kau telah mampu menghebatkanku
Ku harap kita kembali bertemu
Pada jalan panas dalam langit biru
Aku menunggu
Sembari ku benari sajadahku.
Sabtu, 14 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar