Ilusi Semu
Secerca cahaya hinggap pada jendela kesendirian
Sepasang mata tersenyum tipis tanpa binar
Langkahnya masih dibersamai dengan hati besar keegoisan
Pesanku terbawa angin tanpa tujuan
Tak tahu akan tersampaikan
Setetes ilusi jatuh dalam palung setengah mengitari lautan
Nampaknya ia rindu akan sekumpulan air yang meneduhkan
Sayangnya itu hanya ketiadaan tanpa harapan keadaan.
Rasaku terbangkan ke langit
Namun kalah oleh mendungnya serta hati
Dia bilang sudah saja kau menyerah
Aku pasrah
Yang hilang biarlah hilang
Sebab apa-apa bukan milikku
Tenggelam bersama daun yang baginya adalah mekar
Harus ku lalui meski hati menyakiti fikirannya sendiri
Baik-baik di sana wahai embun Yang bersahaja
Sabtu, 14 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar