Kamis, 01 Juni 2017

Dia takkan mau menerima apa-apa

Karenamu aku mampu menegakkan Tahajudku --yg tak pernah ku tau-- hanya demi membawa namamu. Jadi kau menjadi org yg berarti bagiku. Karna kau membuatku lebih dekat dengan Rabbku. Jadi bagaimana aku harus membalasmu? Apa dgn menjauhimu itu cukup untukmu?
Aku tak pernah kenal apa itu cinta. Apalagi Allah belum mengajariku sebelumnya. Hingga aku jatuh pada hati yg salah. Untuk mengambil kembali pun cukup susah. Aku selalu tau bahwa setiap mencintai selalu ada hati yg tersakiti. Aku selalu tau dimanapun kamu, kau takkan melihatku. Aku hanyalah angin lalu. Aku layaknya kaca tebal yang buram dimatamu. Aku selalu mencoba pergi, tapi pun selalu kembali.
Sekarang aku tidak berani. Kembali menyapa orang yg tak pernah peduli. Seakan aku menjadi pengemis yg selalu berharap untuk diberi. Dan kau tahu apa yg kulakukan selama ini??? Hanya mencari tempat belajar menghargai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...