Selasa, 06 Juni 2017

Berlari dari Ketidakpastian

"Aku percaya setiap mereka itu sama. Jadi mengapa aku selalu berharap untuk dihargai. Sementara aku sendiri saja benci mereka."

Andai aku bisa. Menyuruh dia seperti yg ku minta. Tidak lebih dari peduli, hanya aku ingin dihargai.

Andai aku berani. Menyapa nya lagi. Tapi aku tahu dengan semua jawaban tak peduli. Aku benci. Jika harus terus mencintai.

Maaf Tuhan, aku memilih pergi. Tapi bukan berarti aku sudah tak peduli. Hanya saja aku sadar bahwa bertahan itu lebih menyakitkan daripada melepaskan.
Aku ingin pergi. Pergi dari mengharapkannya. Aku selalu meminta agar ia jauh dari jangkauan ku. Tapi nyatanya? Aku kembali. Kembali dengan rasa yang sama. Patah hati jangan ditanya. Karena itu pasti ada. Jadi bagaimana aku harus meminta agar dijauhkan darinya? Jadi bagaimana aku harus pergi? Apa dengan berhenti berharap karena dia hanya memberi janji tanpa ada harapan yang pasti. Dia berani datang pun harus berani pergi. Pergi dengan hal yang pasti. Ku beri dia hati, tapi tak juga ia kembalikan lagi. Kau boleh pergi asalkan kau kembalikan hati ini. Semula. Tanpa luka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...