Aku hanyalah angin lalu. Sudah sedari dulu kusadari itu. Terimakasih karna kau selalu mengacuhkan aku. Terimakasih karna kau tidak terlalu baik padaku. Terimakasih atas segala pengajaran yg kudapat setelah mengenalmu. Tinggalkan aku. Jangan ingat aku. Sekarang aku benci, aku benci dgn hal paling menyedihkan yg harus ku lakukan kini. Ya, melupakan sosokmu. Tak seburuk itu. Aku tahu kau tertawa membaca pernyataanku. Bagaimanapun aku akan baik baik saja. Tanpamu.
Aku lebih baik disini. Dan merasa lebih pasti. Untuk mencapai sukses ku nanti. Biarlah aku disini. Menunggu seseorang yang siap menyapa ku. Membuatku terbang lebih tinggi. Dan mencapai semua mimpi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar