Minggu, 28 Mei 2017

Terlalu menuntutnya untuk peduli

Terlalu menuntutnya untuk peduli

Sehina apa diri ini? Seburuk apa akhlak ini? Seberapa tiada artinya jiwa ini? Seberapa tidak bernilainya harga diri ini? Dimatamu...
Kapan kau peduli??? Sedari dulu hanya tentang peduli, namun tidak pernah ada jawaban yang pasti, hingga aku pum berhenti menanti..
Aku rindu, tapi aku malu mengatakan padamu, sebab aku bukan siapa-siapa mu, jadi aku lebih memilih untuk membisu, meski sakitnya hanya aku yang tahu --ADL--
Kau tahu... Bagaimana rasanya rindu kepada orang yang tak pernah peduli?? Coba kau bayangkan sendiri...
Untuk sekadar melihat senyummu, yang bukan selalu karena ku, apalagi untuk ku, saja selalu ku tunggu.. Apalagi tentang kepedulian mu... Tapi aku sadar, Seberapa kebaikan yang ku sebar, takkan mampu membuat hatimu tertampar --lol-- aku mencoba untuk bersabar, nyatanya aku masih terus mengejar, tanpa peduli lelahnya berjuang dengan selalu berkorban...
PEDULI, adalah kata yang pertama dalam abjad kamus hidupku. Ya, sebegitu utamanya masalah peduli. Sudahlah. Aku memang butuh peduli. Tapi aku takkan mengemiskan itu pada dia yang memang tak pernah ada disini.
PEDULI.. Sedari dulu hanya itu. Finally, Aku selalu menuntut nya untuk peduli. Padahal aku tahu bahwa mencintai adalah memberi tanpa meminta untuk diberi dan peduli tanpa mengharapkan balasan yang pasti... Jadi, untuk apa aku menuntut peduli (? )

Udh.CYA, In My Next Post 😊😉

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...