Entah bagaimana aku menyapamu.. Bahkan kau enggan menyuratkan rindu, setidaknya kau menanyakan bagaimana aku, dan kau boleh pergi setelah itu..
Kau boleh meninggalkan aku, bersama mereka yang selalu mendukungmu. Aku takkan berharap kau kembali padaku, karna itu suatu ketidakmungkinan yang pernah ku bayangkan. Yup!! It's impossible guys!!
Keinginan dan harapanku satu, kau bahagia dimasa depanmu, dengan kesuksesanmu...
Kasihan aku, yang kini belum menemukan sahabat baru, seperti kamu.. Temanku mungkin seribu, tapi sahabatku belum cukup satu..
Flat!!! Udh gk bisa diterusin, lg gk baper soalnya --nulis itu harus dibaperin--Oops!!
Bersambung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar