Tentang kamu yang selalu begitu
Aku lelah. Bahkan aku menyerah. Dengan kepastian yang setengah - setengah. Aku selalu menulis, bukan untuk belajar puitis, tapi rindu yang melukis. Rindu yang tak pernah kau tau, yang selalu ku adukan pada Rabb ku, tentang dirimu yang belum tentu menjadi milikku.
Aku pernah menyuruh agar hati berhenti mencintai, agar lisan berhenti mengomentari, agar pikirkan tidak terus memikirkan namun lebih kepada mengabaikan. Aku benci. Kenapa aku begini. Mengejar cinta yang tak pernah pasti. Ingin berhenti. Tapi belum bisa merelakan pergi. Walaupun kau tak juga peduli. Mengapa aku masih disini (? ) Kenapa Allah beri semua ini? Mungkin akan ada jalan yang lebih pasti. Rahasia waktu yang kini perlu ku nanti. Entah kapan akan menghampiri. Di keheningan nan sunyi.
Aku tak pantas untuk mencintai. Sudah dan selalu ku sadari. Kepada kamu yang tidak pernah mau mengerti. Bagaimana perihnya harus pergi. Namun kau juga tak peduli. Padaku yang menurutmu tiada arti. Dan hanya mampu disini, mencintai sembari memantaskan diri. Untuk jodohku nanti --yang pasti.
Tentang kamu yang selalu begitu..
Datang membawa harapan, Namun pergi tanpa kepastian. Jangan bilang kau datang lagi, dengan membawa seribu janji, yang nantinya juga kau ingkari. Aku tidak ingin itu terjadi, lagi - lagi tentang hal yang tidak pasti.
Puaskah kamu yang selalu membuatku begini, jatuh dalam ketidakpastian, berharap tapi selalu ditinggalkan, tidak percaya akan kenyataan, bahwa aku tak mungkin menjadi yang didambakan.
Aku tidak serapuh itu. Aku lebih kuat dari kamu. Aku pun tahu kau juga merasakan itu. Mengejar dia yang kau cintai, tanpa pernah dihargai. Kita sama.
Kau pernah mengajari aku bagaimana untuk selalu bersikap acuh. Namun aku selalu mengajari mu lebih dari semua itu. Tak pernah kau terima itu, aku tahu. Itu bukan masalah bagiku. Karena aku tidak lebih dari mencintai, Aku hanya mengagumi. Mengagumi kebaikan hatimu...
Jumat, 12 Mei 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar