Sabtu, 20 Mei 2017

Edisi Perpisahan

Sahabat... Kita akan berpisah.. Aku hanya berpesan satu hal, tolong jangan lupakan aku. Pun jangan lupakan kebersamaan kita. Kini aku merelakan kebersamaan kita. Disaat Aku | Kamu | Kita tersenyum bahagia tanpa beban. Jika kau merindukanku, hubungi aku kapanpun kau mau.
Kau bisa menjadi apa yang kamu mau, selama kamu benar benar tau apa yang kau mau. Berlarilah ketika hatimu telah yakin akan keputusanmu. Aku disini selalu siap untuk membukakan pintu harapanmu. Aku berharap, kau akan menemuiku. Aku hanya bisa menunggu disini dengan hanya berharap. Berharap yang mengharuskan suatu saat kamu harus datang kesini, menemuiku. Tidak peduli kapan, yang penting kamu harus datang.
Aku rindu. Ya, merindukanmu adalah kebenaran yang tidak menyenangkan. Aku sadari itu. Baiknya aku pergi dengan kehilangan yang sewajarnya saja. Karna aku sudah berani datang, maka aku pun harus berani untuk pergi.
Sahabat.. Tegur aku jika aku salah. Tegur aku jika aku terlalu terlena dengan dunia ini. Dan tegurlah aku jika perlahan aku mulai menjauhimu. Tolong tegurlah aku, karena jika aku telah menyia-nyiakan sahabat terbaik sepertimu.

Setidak-baiknya aku adalah menjadi bahagia karenamu yang telah selalu mendengarkan keluh kesah ku. Sebaik-baiknya aku adalah lebih baik kamu yang telah membuatku baik. Terima kasih sahabat,  karena telah menjadikanku lebih baik.Terimakasih sahabat, karena engkau selalu ada dalam bahagia dan kecewa ku. Sebab sahabat terbaik adalah seseorang yang tidak mempedulikan apakah orang lain membutuhkannya atau tidak, karena yang utama adalah bahwa kita selalu ada untuk mereka.
Tuhan... Jagalah sahabatku.. Berikan ia selalu jalan lurus-Mu. Agar ia tidak hanya tau kemana harus berjalan, namun ia mampu untuk terus melangkah.. Semoga ia selalu dalam lindungan-Mu. Semoga kau berhasil disana sahabat,, doaku selalu untukmu. Amin.

Modifikasi puisi Panji Ramdana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...