Selalu begitu kamu Part 2
Kamu.. Iya kamu.. Yang selalu ku tunggu.. Di kesunyian waktu.. Yang ku sematkan dalam sepertiga malamku.. Apa kau tahu itu?
Bukan aku.. Tapi rindu yang menyapamu.. Apa kau pikir aku akan terus disini? Menunggu orang yang takkan pernah pasti.. Peduli pun tidak apalagi menanti.. Baiklah aku akan segera pergi..
Sadarilah wahai diri, orang yang kau tunggu tidak pernah menginginkan mu.. Ikhlaskanlah wahai hati, dia takkan bisa membalas perasaanmu..
Lihatlah, aku telah menyuruh mereka, dan aku akan pergi.. Tapi apakah aku mampu melakukan itu? Entahlah..
Andai ada seorang yang mengerti apa mauku.. Atau setidaknya mau mendengar keluh kesahku.. Aku ingin pergi... Sedari dulu hanya itu yang ku katakan.. Tapi nyatanya? Aku kembali..
Aku terjebak dalam perasaan yang sama.. Melupakan, meninggalkan, berhenti memikirkan, hanya sebatas keinginan, tanpa pernah kesampaian..
Karena nyatanya aku masih saja bertahan.. Walau logika ku memaksa untuk melepaskan, Tapi hati kecilku masih juga meminta untuk terus mengharapkan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar