Selasa, 09 Mei 2017

Teman Terbaik

Tentang sahabat...
Setiap pertemuan, selalu ada tawa, selalu ada cerita, dan pasti ada air mata. Dulu kita bukanlah siapa-siapa, kita tak pernah saling menyapa, bahkan bertatap muka.
Aku tak pernah menyangka akan mengenalmu, bahkan menjadi sahabatmu. Kaupun dulu tidak pernah mau mengenal aku dan tidak pernah mau tau cerita tentangku. Tapi sekarang, kita lebih dekat daripada perangko dgn suratnya, daripada lem dgn kertasnya *lol*, layaknya saudara tanpa kenal ibu-bapak.
Aku merindukanmu sahabat... Merindukan kebersamaan kita, merindukan keceriaan kita, merindukan senyuman diwajah kita, merindukan pertikaian kita, bahkan aku merindukan cerita kisah kau dengannya, aku merindukan segalanya...
Aku | Kamu | Kita
Pernah melukis cerita bersama, perjalanan hidup menuju bahagia, diwarnai sedikit duka, tentang perihnya kegagalan dan lelahnya pembelajaran, membuat kita bangkit dan mencapai apa yang diharapkan.
Terimakasih teman | teman terbaik | yang selalu kusebut "Sahabat"
Sahabat... Ingatlah awal perjumpaan kita, aku berharap kau takkan melupakannya. Aku tau kita takkan selamanya bersama, berjalan berdampingan, melalui lika-liku kehidupan bersama. Tapi percayalah sahabat, aku ada disini, kau selalu ada dalam doaku. Aku bersyukur masih bisa bertemu dalam sunyinya waktu
"Bergegaslah sahabat.. Kejar masa depanmu, jangan kau hiraukan aku, doaku selalu untukmu.. Ku tunggu kau dikesuksesanmu nanti--aku juga"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...