Tentang sahabat...
Setiap pertemuan, selalu ada tawa, selalu ada cerita, dan pasti ada air mata. Dulu kita bukanlah siapa-siapa, kita tak pernah saling menyapa, bahkan bertatap muka.
Aku tak pernah menyangka akan mengenalmu, bahkan menjadi sahabatmu. Kaupun dulu tidak pernah mau mengenal aku dan tidak pernah mau tau cerita tentangku. Tapi sekarang, kita lebih dekat daripada perangko dgn suratnya, daripada lem dgn kertasnya *lol*, layaknya saudara tanpa kenal ibu-bapak.
Aku merindukanmu sahabat... Merindukan kebersamaan kita, merindukan keceriaan kita, merindukan senyuman diwajah kita, merindukan pertikaian kita, bahkan aku merindukan cerita kisah kau dengannya, aku merindukan segalanya...
Aku | Kamu | Kita
Pernah melukis cerita bersama, perjalanan hidup menuju bahagia, diwarnai sedikit duka, tentang perihnya kegagalan dan lelahnya pembelajaran, membuat kita bangkit dan mencapai apa yang diharapkan.
Terimakasih teman | teman terbaik | yang selalu kusebut "Sahabat"
Sahabat... Ingatlah awal perjumpaan kita, aku berharap kau takkan melupakannya. Aku tau kita takkan selamanya bersama, berjalan berdampingan, melalui lika-liku kehidupan bersama. Tapi percayalah sahabat, aku ada disini, kau selalu ada dalam doaku. Aku bersyukur masih bisa bertemu dalam sunyinya waktu
"Bergegaslah sahabat.. Kejar masa depanmu, jangan kau hiraukan aku, doaku selalu untukmu.. Ku tunggu kau dikesuksesanmu nanti--aku juga"
Selasa, 09 Mei 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar