Senin, 22 Mei 2017

Tinggalkan Aku

Kamu. Tinggalkan lah aku disini. Pergilah bersama mereka. Bukan aku yang tak butuh kamu, tapi kau yang memilih pergi. Kau tidak pernah peduli. Hanya itu yang ku tau selama ini.
Ya kamu. Pergilah. Aku benci. Selalu disia-siakan. Biarlah kau pergi. Aku akan lebih senang dengan ini. Tiada lagi harapan tanpa kepastian. Tiada lagi pengejaran. Tiada lagi perjuangan. Tiada lagi yang akan berkorban. Tiada lagi kekhawatiran. Tiada lagi ketidakpastian. Entah ada atau tidak mendoakan. Biarlah kesunyian waktu yang menentukan.
Aku lebih baik disini. Sendiri. Dan merasa lebih pasti. Untuk mencapai sukses ku nanti. Biarlah aku disini. Menunggu seseorang yang siap menyapa ku. Membuatku terbang lebih tinggi. Dan mencapai semua mimpi. Biarlah aku disini. Kapanpun kau memanggilku, aku akan ada disana. Jika kau perlu. Tak apalah kamu hanya datang ketika hanya butuh, bukan keluh yang akan kau bagikan kepadaku.

Thanks Time
Terimakasih kau selalu mengajariku untuk acuh terhadap hal-hal yang tiada arti. Terimakasih kau telah mengajariku bagaimana cara bersabar untuk setiap ketidakpedulian. Terimakasih telah mengajariku untuk selalu menghargai setiap orang yang mencintai. Terimakasih hingga aku tau apa arti mencintai dalam diam, yang hanya mampu memandang dari kejauhan, yang berdiam diri dalam kesendirian, dan hanya menanti ketidakpastian. Tapi aku menjadi tahu indahnya mencintai dengan mendoakan... Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...