Minggu, 21 Mei 2017

Hari Perpisahan

Lagi
Apasih yang disebut "kita"? Ya, jelaslah ya. Aku dan kamu pasti menjadi kita. Yup, begitulah..
Aku | Kamu | Kita tersenyum bahagia.. Bukan karena dia ataupun mereka.. Tapi kita sendiri yang menciptakannya.. Entah kapan senyuman itu sirna.. Mungkin menunggu ditelan dunia.. -lol- Bukan. Lebih tepat jika waktu yang memisahkannya.. Memisahkan kita.. Sekarang.. Terakhirku melihat senyummu dimataku, bukan hanya sekadar foto media sosialmu.. Senyum yang tulus dari hati.. Semoga takkan pernah mati.. Di keheningan nan sunyi.. Aku boleh menanti.. Kapan senyuman itu datang l3dan kembali.. Masih dengan ketulusan sepi.. Apalah arti diri ini.. Yang tidak menjadi al3mengapa kau tertawa.. Yang tidak selalu mendengar kisah bahagia.. Namun sebaliknya.. Yang hanya mampu diberi keluh kesah tentang cerita duka.. Ya, inilah aku.. Yang tidak selalu dimatamu.. Tapi ku pastikan kay selalu ada dalam doaku..

Today. Hari perpisahan. The last kenangan kita.. Apa kau masih mau mengingatnya? Bahkan aku mengabadikannya? Atau mungkin menjadikan pelajaran berharga? Entah kau akan pilih yang mana..

Kesan dan Pesan
Kesanku adalah bahwa aku berterima kasih kau telah mengajari ku untuk selalu bersabar dalam setiap suka maupun kecewa, terus mengingatkan ku saat aku hilang arah, dan lebih banyak pelajaran berharga yang ku dapat hingga lupa ku tulis semua..
Pesanku adalah tentang mimpi.. Lebih beranilah untuk bermimpi setinggi langit. Hingga kau berhasil menggapai nya. Usaha dan doa adalah selalu menjadi kuncinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...