Waktupun rindu
Sunyinya waktu membuatku terlelap bisu
Waktupun akan lelah, seperti aku sekarang
Tapi cerita dongeng peri kecilku selalu berkata
Bahwa waktu takkan menyerah
Menyerahnya waktu adalah ketika ia berhenti bekerja
Kesunyiannya akan melemahkan mereka yang kurang menghargai
Waktu, bolehkah aku mengajukan satu?
Pertanyaan tentang segala keluhku?
Kapan kau akan membuka pintu rahasiamu?
Rahasia tentang kapan aku akan bertemu dengannya
Rahasia apakah dia selalu akan baik-baik saja
Tapi apa kau mampu menjawab 1001 pertanyaanku tentang rahasiamu?
Oh, sepertinya aku keliru
Menanyakan rahasia kepada pemiliknya
Waktu tak bisa menjawab rahasianya
Kupandangi langit atap kamar berwarna biru
Waktu berdetak detik demi detik mengikuti pemikiranku
Aku termenung... Lagi lagi tentang rindu
Bulan.. Apa kau sudah menyampaikan rinduku?
Atau bintang kau lupa memberitahu rembulan?
Aku merasa jenuh..
Dengan hanya satu nama yg terus muncul menjadi sasaran rinduku
Malam yang kelabu selalu pantas sebagai waktu untuk mengadukan rindu
Berterimakasihlah...
Sebelum Sang Raja Siang mengambil kerinduanmu dan menggantinya dengan keceriaan baru
Akankah kau lakukan itu, Mentari?
- Oktober 24, 2017
Senin, 16 April 2018
Minggu, 15 April 2018
Tentang Rasa
-Tentang Rasa-
Kali ini saya menyerah..
Menyerah dengan cinta selain pada-Nya
Aku tak mau menunggu
Aku lelah menunggu..
Aku diam bukan berati bisu
Diam bukan berati tak memperhatikan
Diam bukan berati acuh
Diam bukan berati tak tau
Diam bukan berati tak merasakan
Diam buukan berati kalah
Diam bukan berati tak mau tau.
Aku diam tapi memperhatikan
Diam tapi peduli
Diam memperhatikan
Aku memendam rasa dalam diam
Mungkin kau tak mau tau tentang ini
Kau tak peduli
Kau tak mau menoleh sedikitpun
Kau acuh
Tapi terimakasih.. karena kau yang sepergi itu,sekarang aku tak mau tau tentajgmu.
Dan aku takkan membiarkan kau masuk lebih dalam pada celah hatiku yg terbuka meski sangat sedikit.
Akan ku tutup rapat-rapat.
Dan aku akan tetap diam.
Sampai kapan?
Sampai waktunya aku kan berbicara..
Maaf,aku menjauh..
Dan jangan harap ketika aku sudah memutuskan melangkah maju,aku akan berbalik arah dan berjalan mundur.
Doakan saja,agar aku sdlalu di tetapkan dalam agama-Nya
Dan istiqomah tentunya menjalani semua ini.. Hanya karena-Nya
Dan aku harap,kau pun begitu..
Selamat tinggal kau yg pernah berada lama di hatiini..
Aku tak mau berharap lagi padamu.. Dan aku tak mau hidup dalam bayangan di mana aku bersamamu.
.
Aku ingin menatap lurus masa depanku..
Aku tak mau terlalu berharap padamu,kecuali takdir Allah yg akan mempersatukan kelak..
Kalau tak bersatu di kemudian hari ?
Tenang,kita kan dipersatukan dengan orang yg paliiingg tepat melengkapi separuh agama pada diri masing"..
Barakallahfiik
-Neng Kinar | 04 September 2017
Ig : @sajadah.rindu
Sajak Langit
Langit biru selalu menungguku tanpa khawatir. Aku akan turun ke jalan walau panas. Janjinya kamu bisa menjadi apa dengan apa yang kamu tahu. Merindukan luka memang sangatlah sulit bagi yg berpikiran itu sulit. Berteman dengan kegagalan terkadang merupakan keharusan. Adalah tentang proses, menghidupkan dalam hati, fikiran, dan tindakan. Sebuah hal berharga yang patut untuk dihargai.
.
.
.
Wahai Langit Yang Maha Luas, ku terbangkan impianku dengan doa kepadamu. Aku tahu kau akan menerimanya tanpa batas. Jika impian itu baik bagiku, lapangkanlah hati ku untuk selalu melawan batu yang dengan segera akan menghadang. Jika impian itu tidak baik, bolehkan mimpi itu masih menghiasi Langit biru ku?
Semoga kita selalu diberi kesabaran dalam menggapai impian kita. Aamiin.
Langganan:
Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...


