Waktupun rindu
Sunyinya waktu membuatku terlelap bisu
Waktupun akan lelah, seperti aku sekarang
Tapi cerita dongeng peri kecilku selalu berkata
Bahwa waktu takkan menyerah
Menyerahnya waktu adalah ketika ia berhenti bekerja
Kesunyiannya akan melemahkan mereka yang kurang menghargai
Waktu, bolehkah aku mengajukan satu?
Pertanyaan tentang segala keluhku?
Kapan kau akan membuka pintu rahasiamu?
Rahasia tentang kapan aku akan bertemu dengannya
Rahasia apakah dia selalu akan baik-baik saja
Tapi apa kau mampu menjawab 1001 pertanyaanku tentang rahasiamu?
Oh, sepertinya aku keliru
Menanyakan rahasia kepada pemiliknya
Waktu tak bisa menjawab rahasianya
Kupandangi langit atap kamar berwarna biru
Waktu berdetak detik demi detik mengikuti pemikiranku
Aku termenung... Lagi lagi tentang rindu
Bulan.. Apa kau sudah menyampaikan rinduku?
Atau bintang kau lupa memberitahu rembulan?
Aku merasa jenuh..
Dengan hanya satu nama yg terus muncul menjadi sasaran rinduku
Malam yang kelabu selalu pantas sebagai waktu untuk mengadukan rindu
Berterimakasihlah...
Sebelum Sang Raja Siang mengambil kerinduanmu dan menggantinya dengan keceriaan baru
Akankah kau lakukan itu, Mentari?
- Oktober 24, 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hidup dengan Perbandingan?
Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...
-
Pilihan menyadarkanku akan sebuah keyakinan. Tentang pengambilan satu keputusan yang akan berpengaruh besar terhadap perubahan hidup ke depa...
-
Rindu. Diatas sajadah kutitipkan. Derai cinta yang pernah Engkau berikan. Meski jarak jauh tak terbayangkan. PadaMu ku persaksikan. Cint...
-
Bumi dan Air Bumi dan air adalah kehidupan. Manfaatnya dirasakan oleh setiap insan. Aku mencintai lingkungan. Kamu pun tiada enggan me...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar