Minggu, 15 April 2018

Sajak Langit


Langit biru selalu menungguku tanpa khawatir. Aku akan turun ke jalan walau panas. Janjinya kamu bisa menjadi apa dengan apa yang kamu tahu. Merindukan luka memang sangatlah sulit bagi yg berpikiran itu sulit. Berteman dengan kegagalan terkadang merupakan keharusan. Adalah tentang proses, menghidupkan dalam hati, fikiran, dan tindakan. Sebuah hal berharga yang patut untuk dihargai.
.
.
.
Wahai Langit Yang Maha Luas, ku terbangkan impianku dengan doa kepadamu. Aku tahu kau akan menerimanya tanpa batas. Jika impian itu baik bagiku, lapangkanlah hati ku untuk selalu melawan batu yang dengan segera akan menghadang. Jika impian itu tidak baik, bolehkan mimpi itu masih menghiasi Langit biru ku?
Semoga kita selalu diberi kesabaran dalam menggapai impian kita. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup dengan Perbandingan?

Ini tentang manusia lemah yang selalu bungkam, kelakarnya mengambang di permukaan, yang hanya mampu memainkan senandika tanpa tata krama. M...